Sebelum Menembak JFK, Oswald Bertemu Agen KGB di Meksiko

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lee Harvey oswald (berkaus putih)

    Lee Harvey oswald (berkaus putih)

    TEMPO.CO,- Salah satu isi dari ribuan dokumen rahasia terkait tewasnya John F Kenedy atau JFK adalah tentang sang pembunuh, Lee Harvey Oswald. Menurut dokumen yang baru dirilis pada Kamis malam, 26 Oktober 2017 terungkap Oswald bertemu seorang agen rahasia Rusia,  KGB yang bertanggung jawab untuk eksekusi sekitar 2 bulan sebelum pembunuhan JFK.

    Oswald,  mantan marinir yang bertugas di Rusia merupakan seorang komunis. Ia bertemu agen KGB saat mengunjungi Kedutaan Besar Soviet di Mexico City pada tanggal 28 September 1963.Lee Harvey oswald (berkaus putih)

    Berkas FBI mengungkapkan bahwa Oswald bertemu dengan Valeriy Vladimirovich Kostikov, agen KGB senior yang diketahui bekerja untuk Departemen ke13 KGB,  unit yang bertugas untuk kasus pembunuhan.

    Baca: Trump Ungkap Alasan Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK Dibuka

    Dalam dokumen lain,  terungkap bahwa FBI mengetahui pertemuan tersebut pada tanggal 1 Oktober tahun itu, lebih dari sebulan sebelum pembunuhan JFK yang mengejutkan dunia.

    Dokumen tersebut juga menunjukkan Komisi Senat menegur FBI  karena gagal menghentikan Oswald setelah kunjungannya selama enam hari di Mexico.

    "Dia bahkan pergi ke Mexico City, menghubungi konsulat Kuba dan kedutaan Soviet, bertemu agen KGB yang oleh FBI dan CIA dicurigai dari Departemen 13 yang bertugas dalam unit pembunuhan dan skandal sabotase. Bagaimana dia kemudian kembali ke Amerika Serikat, tidak pernah lagi diwawancarai oleh FBI," demikian lapor seorang Senator dalam dokumen pembunuhan JFK tersebut.

    Baca: Tak Semua Dokumen Rahasia Kematian JFK Dibuka, CIA Tekan Trump?

    Satu memorandum tertanggal Juli 1969, berjudul "Investigasi Lee Harvey Oswald di Meksiko", melaporkan bahwa pembunuh JFK itu  sempat terlihat di sebuah pesta di Meksiko pada bulan September 1963.

    Dokumen FBI menceritakan bagaimana dermawan Meksiko Elena Garro de Paz menggambarkan pertemuan Oswald bersama dengan 2 orang Amerika lainnya.

    Laporan tersebut mengatakan bahwa De Paz dan sepupunya, yang menjadi tuan rumah pesta tersebut, diinterogasi oleh FBI setelah pembunuhan tersebut, namun interogasi itu sama sekali tidak memuaskan dengan standar investigasi normal.

    Memorandum tersebut menyatakan kegagalan FBI untuk menyelidiki dengan benar kisah tersebut dapat merusak Laporan Warren, merujuk pada Komisi Warren yang merupakan investigasi resmi pemerintah dalam pembunuhan  JFK yang menyimpulkan bahwa Oswald bertindak sendiri.

    Laporan tersebut mengatakan kredibilitas Laporan Warren akan semakin rusak jika diketahui bahwa tuduhan tersebut diketahui dan tidak pernah diinvestigasi secara memadai oleh otoritas Amerika yang kompeten.

    Baca: 5 Teori Konspirasi Terpopuler tentang Pembunuhan JFK

    Dokumen lain mengatakan bahwa rencana CIA untuk menyampaikan informasi kepada Komisi Warren adalah untuk menghilangkan informasi  guna melindungi operasi mereka.

    Salah satu dokumen itu termasuk transkrip percakapan 24 November 1963 dengan Direktur FBI J. Edgar Hoover. Percakapan tersebut menggambarkan sebuah ancaman terhadap Oswald. Oswald kemudian dibunuh oleh Jack Ruby, seorang pemilik klub malam Dallas pada 24 November 1963.

    Gedung Putih pada Kamis, 26 Oktoer telah merilis 2.800 catatan yang berkaitan dengan pembunuhan JFK, namun yang lainnya akan ditahan demi keamanan nasional.  Sebelum perilisan file, Rusia membantah adanya peran dalam pembunuhan tersebut.

    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan: "Selama beberapa dasawarsa, informasi terus dikunci Jika insinuasi liar dilemparkan ke Rusia, itu akan memalukan, karena ini adalah informasi, dan bukan disinformasi yang diinginkan orang."

    THE SUN|CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.