Trump Batal Ikut KTT Asia Timur Tanpa Sebut Alasan

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. AFP/Jason Connolly

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. AFP/Jason Connolly

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump batal mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Timur di Filipina bulan depan sebagai rangkaian tur Asia-nya.

    Gedung Putih mengatakan pada Selasa, 24 Oktober 2017, Trump akan kembali ke Amerika Serikat pada 14 November, hari yang sama dengan pelaksanaan KTT Asia Timur di Filipina. Namun Trump dijadwalkan akan menghadiri pertemuan puncak ASEAN, yang juga diselenggarakan di Filipina, sehari sebelumnya.

    Baca: Donald Trump Batal Kunjungi Perbatasan Dua Korea

    Meskipun Trump tidak mengikuti KTT Asia Timur, delegasi Amerika Serikat akan hadir dalam pertemuan puncak itu. Seperti yang dilansir Channel News Asia pada Rabu, 25 Oktober 2017, Gedung Putih tidak memberi alasan tentang ketidakhadiran Trump. KTT Asia Timur akan mencakup lebih dari selusin negara Asia serta Australia, Selandia Baru, dan Rusia. 

    Filipina akan menjadi pemberhentian terakhir tur Asia Trump selama 12 hari ke lima negara. Ini merupakan kunjungan pertama Trump ke Asia.

    Jadwal perjalanan Asia Trump dimulai pada 3 November dengan berkunjung ke Jepang, Korea Selatan, Cina, Vietnam, dan Filipina, di tengah meningkatnya ketegangan seputar program nuklir dan rudal Korea Utara.

    Baca: Survei: Warga AS Khawatir Cuitan Donald Trump Soal Korea Utara

    Kunjungan Trump ke Asia membawa pesan meminta masyarakat internasional bergabung untuk memaksimalkan tekanan terhadap Korea Utara.

    Selama kunjungannya ke Asia, Trump akan menekankan komitmennya terhadap aliansi dan kemitraan Amerika, juga menghadiri acara kerja sama ekonomi Asia-Pasifik dan ASEAN.

    Selain itu, Donald Trump akan bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Presiden Filipina Rodrigo Duterte, dan Presiden Vietnam Tran Dai Quang.

    WASHINGTON POST | CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.