Rusia Akan Uji Coba Rudal Nuklir Terbaru, Mampu Hancurkan Texas

Reporter:
Editor:

Yon Yoseph

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Amerika Serikat dan pasukan Korea Selatan meluncurkan Sistem Rudal Taktis Angkatan Darat (ATACMS) dan rudal Hyunmoo Korea Selatan ke perairan Laut Timur, di luar Korea Selatan, 5 Juli 2017. Korea Utara mengklaim bawah rudal ICBM mampu menjangkau hingga dataran Amerika Serikat. REUTERS

    Amerika Serikat dan pasukan Korea Selatan meluncurkan Sistem Rudal Taktis Angkatan Darat (ATACMS) dan rudal Hyunmoo Korea Selatan ke perairan Laut Timur, di luar Korea Selatan, 5 Juli 2017. Korea Utara mengklaim bawah rudal ICBM mampu menjangkau hingga dataran Amerika Serikat. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Rusia tengah bersiap untuk menguji coba peluncuran rudal balistik antarbenua bertenaga nuklirnya (ICBM) baru seberat 100 ton. Rudal ini diklaim mampu menembus perisai pertahanan Amerika Serikat.

    Sempat tertunda beberapa kali, uji coba peluncuran rudal terbaru Rusia, RS-28, akan dilakukan di Cosmodrome Plesetsk, di barat laut Rusia, sebelum akhir tahun ini.

    Baca: Amerika Murka Turki Beli Rudal ke Rusia

    Seperti yang dilansir Indepedent pada 24 Oktober 2017, uji coba telah ditunda karena  peluncuran dan proyektil itu sendiri belum siap, menurut situs Sputnik. 

    RS-28 Sarmat  diklaim dapat menghancurkan area seluas negara bagian Texas, Amerika Serikat. Rudal ini dirancang untuk menghindari pertahanan rudal dengan beberapa hulu ledak hipersonik yang dikenal sebagai MIRVs.

    Berbicara mengenai kemampuannya, situs-situs Rusia mengklaim rudal itu mampu menjangkau jarak sejauh 11.000 kilometer dengan kemampuan memuat  hingga 15 hulu ledak untuk menghancurkan setiap sistem pertahanan rudal musuh.

    Baca: Ini Senjata Rahasia Militer AS Melawan Rudal Rusia dan Cina

    Rusia juga merencanakan RS-28 untuk aktif digunakan di militer pada awal dekade berikutnya sebagai bagian dari modernisasi nuklir yang sedang berlangsung.

    Laporan tentang rencana uji coba rudal Rusia muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyerukan "rehabilitasi total" pasokan nuklir Amerika. Presiden Rusia, Vladimir Putin kemudian menegaskan akan mengembangkan senjata nuklirnya jika Amerika benar melakuannya.

    INDEPENDENT|SPUTNIK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.