Pria Palestina Keliru Ditangkap, Terjemahan Facebook Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria pekerja di Tepi Barat, memposting fotonya di akun Facebook saat berdiri di samping alat berat dengan  menuliskan

    Seorang pria pekerja di Tepi Barat, memposting fotonya di akun Facebook saat berdiri di samping alat berat dengan menuliskan "Selamat Pagi". sky.com

    TEMPO.COTel Aviv - Seorang pria Palestina bernama Halawim Halawi ditangkap polisi Israel setelah dia menulis ucapan "selamat pagi" dalam bahasa Arab di akun Facebook miliknya. Namun perangkat lunak di aplikasi Facebook salah menerjemahkan kata-kata ini menjadi "serang mereka".

    Halawim mengunggah kata-kata itu dengan foto dirinya di pemukiman Israel, Beitar Ilit, yang merupakan tempatnya bekerja

    Baca:AS Minta Israel Tidak Sabotase Rekonsiliasi Palestina

    Perangkat lunak terjemahan otomatis Facebook kemudian menafsirkan arti unggahan itu sebagai "serang mereka" dalam bahasa Ibrani dan "sakiti mereka" dalam bahasa Inggris.

    Polisi Israel kemudian diberitahu tentang pesan itu dan semakin curiga karena dia berdiri di samping buldoser.

    Baca: Mengapa Obama Cairkan Dana ke Palestina di Akhir Jabatannya

     Kendaraan itu telah beberapa kali digunakan dalam serangan teror dan petugas mengira Halawi mungkin mengancam melakukan tindak kekerasan.

    Tidak ada petugas polisi yang bisa berbahasa Arab untuk membaca unggahan di Facebook itu sebelum mereka menangkap Halawi, yang bekerja di sebuah lokasi konstruksi di permukiman Tepi Barat.

    Seperti yang dilansir Sky News pada 23 Oktober 2017, Halawi ditangkap dan kemudian diinterogasi karena dicurigai melakukan hasutan.

    Untungnya, polisi menyadari mereka telah melakukan kesalahan dan membebaskannya beberapa jam kemudian.

    Tidak jelas bagaimana kesalahan terjemahan semacam itu bisa terjadi karena tidak ada kesamaan antara ungkapan Arab yang digunakan untuk "selamat pagi" dan ungkapan dalam bahasa Ibrani atau Inggris.

    Juru bicara polisis, Luba Samri, membenarkan adanya insiden itu dan mengatakan bahwa "beberapa hari yang lalu, seorang Palestina ditahan karena diinterogasi karena dicurigai melakukan hasutan melalui halaman Facebook-nya".

    Dia menambahkan pria yang ditangkap "segera dibebaskan" setelah kecurigaan itu ternyata salah.

    Pria Palestina itu menolak untuk berrkomentar dan telah menghapus unggahannya di Facebook-nya setelah ditangkap.

    SKY NEWS|HAREETZ|


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.