Soal Nuklir Korea Utara, Jepang Pilih Jalan Diplomatik

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah poster yang menunjukkan wajah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, yang juga memimpin pemimpin Partai Demokrat Liberal, dipajang di Kota Erimo, di pulau utara Hokkaido, Jepang, 12 Oktober 2017.  REUTERS/Malcolm Foster

    Sebuah poster yang menunjukkan wajah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, yang juga memimpin pemimpin Partai Demokrat Liberal, dipajang di Kota Erimo, di pulau utara Hokkaido, Jepang, 12 Oktober 2017. REUTERS/Malcolm Foster

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, menyatakan, dia memilih jalan diplomatik guna menekan Korea Utara dalam persoalan senjata nuklir.

    Abe yang meraih kemenangan besar dalam pemilihan umum, Ahad, 22 Oktober 2017, mengatakan di depan wartawan bahwa dia akan melakukan tekanan terus menerus terhadap Pyongyang guna menghentikan program senjata nuklir Korea Utara.

    Baca: Korea Utara Ancam Kirim Awan Nuklir ke Jepang

    Selain itu, pada acara jumpa pers atas kemenangannya tersebut, Abe berjanji akan menemukan warga negara Jepang yang diculik dan diyakini ditahan di Korea Utara.

    "Saya akan menempuh jalur diplomasi untuk menghentikan misil dan senjat nuklir Korea Utara serta menyelesaikan masalah penculikan warga negara kami," ucapnya.

    Baca: Korea Utara Ancam Bumi Hanguskan AS dan Tenggelamkan Jepang

    Partai Demokrat Liberal pimpinan Abe didukung partai koalisi lainnya menang luar biasa dalam pemilihan umum Ahad kemarin setelah meraih 312 kursi dari 465 kursi di parlemen Jepang. Kemenangan ini sangat memadai sebagai modal melanjutkan program pemerintahan Abe.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.