Calon Pemimpin ISIS ASEAN Diyakini Tewas di Marawi

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahmud Ahmad, Mantan dosen Universiti Malaya (UM) yang dicurigai berencana membentuk faksi ISIS di tiga negara. Freemalaysiatoday.com

    Mahmud Ahmad, Mantan dosen Universiti Malaya (UM) yang dicurigai berencana membentuk faksi ISIS di tiga negara. Freemalaysiatoday.com

    TEMPO.CO, Manila - Seorang dosen Malaysia yang terlibat dalam kegiatan terorisme ISIS, Mahmud Ahmad, diyakini tewas di kota Marawi, Filipina selatan.

    Seorang sumber intelijen mengatakan mantan dosen Universitas Malaya meninggal dunia dalam operasi militer Filipina di kota yang sempat dikampanyekan kelompok itu sebagai ibukota kekhalifahan ISIS di Asia Tenggara.

    Baca: Kesaksian Mantan Pengikut ISIS: Mereka Itu Pembohong

    Kolonel Romeo Branwer, kepala Satuan Tugas Ranao, mengatakan indikasi kematian Mahmud diketahui berdasarkan pengakuan sandera yang diselamatkan.

    Kepala militer Filpina, Jenderal Eduardo Ano, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa petugas keamanan semakin yakin bahwa dia termasuk di antara mereka yang terbunuh selama operasi pada Rabu, 18 Oktober 2017.

    Baca:Penyesalan Para WNI Mantan Pengikut ISIS

    "Proses untuk mengkonfirmasi hal ini dengan finalitas, bagaimanapun, masih berlangsung. Informasi sebelumnya mengenai hal ini diterima dari sandera yang diselamatkan. Kami sekarang bekerja untuk mendapatkan konfirmasi penuh," kata Ano, seperti yang dilansir Straits Times pada 19 Oktober 2017.

    Pada Kamis, 19 Oktober 2017, Mayjen Restituto Padilla mengatakan pemimpin senior milisi rakyat Malaysia itu diyakini satu diantara 13 milisi ISIS yang tewas dalam pertempuran di Marawi.

    Padilla mengatakan sejauh ini dia masih menunggu konfirmasi mengenai soal itu segera setelah jasadnya ditemukan.

    Namun, sumber pasukan keamanan Filipina masih belum dapat memastikan apakah Mahmud terbunuh karena sejauh ini jenazahnya tidak diketahui.

    Sebelumnya, Mahmud Ahmad, bekas dosen studi Islam Universitas Malaya, Malaysia, ditetapkan menjadi petinggi kelompok teroris ISIS di Marawi, Filipina selatan. Ini setelah kematian dua pimpinan kelompok itu yaitu Isnilon Hapilon dan Omar Maute.

    Mahmud adalah individu yang sangat dihormati di antara Grup Abu Sayyaf (ASG) pimpinan Isnilon Hapilon dan dihormati dalam jajaran kelompok pimimpinan Omar Maute, yang tewas dalam serangan militer Filipna pada Senin, 16 Oktober 2017.

    Selain Isnilon, Ahmad adalah satu-satunya wakil yang dipercaya oleh pemimpin tertinggi ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, di Asia Tenggara.

    THE STAR | THE STRAITS TIMES | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.