Referendum Catalonia, Pariwisata Spanyol Rugi Rp 19 Trilun

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pemadam bereaksi saat mereka menggantungkan spanduk besar yang mendukung referendum kemerdekaan di Museum Sejarah Catalonia di Barcelona, Spanyol, 28 September 2017. Petugas pemadam menjadi salah satu pendukung referendum Catalunya. REUTERS/Jon Nazca

    Petugas pemadam bereaksi saat mereka menggantungkan spanduk besar yang mendukung referendum kemerdekaan di Museum Sejarah Catalonia di Barcelona, Spanyol, 28 September 2017. Petugas pemadam menjadi salah satu pendukung referendum Catalunya. REUTERS/Jon Nazca

    TEMPO.CO, Jakarta - Bisnis pariwisata di Catalonia anjlok sejak tuntutan berpisah dari Spanyol marak. Kerugian diperkirakan mencapai 1 miliar euro atau sekitar Rp 19 triliun. Padahal kawasan ini sangat diminati oleh pancong asing.

    Asosiasi jasa pariwisata Spanyol dalam keterangannya kepada media mengatakan, kawasan di timur laut tersebut saat ini lesu darah, termasuk menghantam hampir seluruh sektor bisnis.

    Baca: Krisis Catalonia Bikin Spanyol Turunkan Target Ekonomi

    "Sektor pariwisata paling terpukul, pemesanan tempat turun tajam," kata Agusti Colom, ketua Asosiasi.

    Sejak referendum kemerdekaan digelar pada 1 Oktober 2017, Catalonia diperkirakan menderita akibat terpuruknya bisnis pariwisata hingga mencapai 15 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

    "Pemesan hotel dan transportasi hingga akhir Desember anjlok sekitar 20 persen," tulis Euronews.

    Baca: Referendum Catalonia Spanyol, Kelompok Pro dan Kontra Tawuran

    Penurunan tersebut sangat merugikan. Jika krisis di Catalonia berkepanjangan hingga akhir 2017, maka kerugian diperkirakan menyentuh angka 1 miliar euro atau sekitar Rp 19 triliun.

    EURONEWS | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.