Kamis, 21 Juni 2018

Setelah Qatar, Uni Emirat Arab Putus dengan Korea Utara

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un saat bertemu dengan ilmuan dan teknisi di bidang penelitian ke dalam senjata nuklir di Pyongyang, 9 maret 2016. REUTERS/KCNA

    Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un saat bertemu dengan ilmuan dan teknisi di bidang penelitian ke dalam senjata nuklir di Pyongyang, 9 maret 2016. REUTERS/KCNA

    TEMPO.CO, Jakarta - Uni Emirat Arab telah mengakhiri hubungan diplomatik dengan Korea Utara pada Kamis, 12 Oktober 2017.

    Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab, Sheikh Abdullah bin Zayed al Nahyan, mengatakan negaranya juga akan menghentikan pembaruan visa dan izin pendirian usaha untuk warga Korea Utara.

    Al Nahyan mengatakan ini kepada media WAM. Ribuan pekerja asal Korea Utara sebelumnya menetap di negara itu. Mayoritas dari mereka bekerja di bidang konstruksi.

    Baca: Inilah Mesin Rahasia Produksi Senjata Nuklir Korea Utara!

    "Tindakan tersebut berdasarkan kewajiban Uni Emirat Arab sebagai anggota komunitas internasional yang bertanggung jawab dalam menguatkan kehendak internasional dan untuk menghentikan perkembangan program senjata dan rudal nuklir," kata Al Nahyan. 
     

    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Heather Nauert, menyambut baik keputusan Uni Emirat Arab ini.

    "Sangat senang mendengarnya. Ada banyak negara yang memutuskan untuk mengambil langkah yang kami ajukan pada mereka," Ucap Nauert pada Reuters.

    Sebelumnya Qatar dan Kuwait juga mengakhiri hubungan diplomatik dengan Korea Utara bulan lalu. Dua negara tersebut juga menghentikan pembeharuan visa serta ijin usaha bagi warga negara Korea Utara.

    Spanyol, Peru dan Meksiko terlebih dulu menghentikan kerja sama diplomatik dengan Korea Utara.

    Media Washington Post menulis Presiden Donald Trump telah memerintahkan semua jajaran kementerian luar negeri untuk aktif mengangkat isu Korea Utara dengan mitra kerjanya di negara lain.

    Mereka juga diminta untuk mendesak negara-negara sahabat memutuskan hubungan diplomatik dengan Korea Utara sebagai bentuk sanksi atas program senjata nuklir dan rudal balistik yang digeber Kim Jong Un.

    REUTERS l KISTIN SEPTIYANI


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Hadiah Juara Piala Dunia Terus Melonjak

    Sejak digelar pada 1982, hadiah uang tunai untuk tim pemenang Piala Dunia terus meningkat. Berikut jumlah duit yang diterima para jawara global ini.