Rabu, 26 September 2018

Hamas dan Fatah Akhirnya Sepakat untuk Palestina Bersatu

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lebih dari 5.000 wanita dari Israel dan wilayah Palestina melakukan long march ke Yerusalem. dw.com

    Lebih dari 5.000 wanita dari Israel dan wilayah Palestina melakukan long march ke Yerusalem. dw.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelompok Partai Hamas akhirnya menyepakati secara resmi untuk bersatu dengan kubu Partai Fatah, yang sebelumnya terlibat konflik sejak lama dalam rekonsiliasi Palestina.

    "Hamas dan Fatah telah mencapai kesepakatan pada subuh hari ini atas kebaikan hati pemerintah Mesir," kata Ismail Haniyeh, Kamis, 12 Oktober 2017.

    Baca: Rekonsiliasi Palestina, Fatah dan Hamas Sepakati Ini

    Dilansir Al Jazeera, pihak Hamas tidak memberikan rincian informasi tapi mereka berjanji akan mengadakan konferensi yang juga dihadiri oleh pihak Fatah pada waktu yang belum ditentukan.

    Baca: Perempuan Palestina-Israel Gandeng Tangan Gelar Aksi Damai

    Konflik kedua partai ini mencuat setelah Hamas berhasil menguasai wilayah Gaza sejak 2007. Setelah melalui perundingan panjang dan sempat dihalang-halangi Israel, pelaksanaan perundingan itu akhirnya berlangsung.

    Diketahui beberapa bulan sebelumnya, Otoritas Palestina di bawah pimpinan Presiden Mahmoud Abbas melakukan beberapa tekanan terhadap wilayah Gaza yang dikuasai Hamas, seperti memutus arus listrik.

    Dilansir Al Jazeera, hal ini dilakukan untuk memaksa Hamas agar mau melakukan perundingan dengan Fatah.

    Dengan perundingan ini, secara resmi Hamas mengakui otoritas kepemimpinan yang ada di Yerussalem dan mengakui kepemimpinan Mahmoud Abbas sebagai Presiden Palestina.

    MUHAMMAD IRFAN AL AMIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.