Kamis, 21 Juni 2018

Korea Utara Sebut Trump Telah Menyalakan Sumbu Perang!

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Korea Utara, Ri Yong Ho  (ketiga dari kiri)  Dubes RI Bambang Hiendrasto (kedua dari kanan) usai jamuan makan malam persahabatan para duta besar ASEAN di Pyongyang, 31 Mei 2016.  KBRI Pyongyang/IAN

    Menteri Luar Negeri Korea Utara, Ri Yong Ho (ketiga dari kiri) Dubes RI Bambang Hiendrasto (kedua dari kanan) usai jamuan makan malam persahabatan para duta besar ASEAN di Pyongyang, 31 Mei 2016. KBRI Pyongyang/IAN

    TEMPO.COPyonyang - Perang kata-kata antara Korea Utara dan Amerika Serikat meningkat ke tahapan tertinggi. Ini setelah rezim Korea Utara menuding Donald Trump menyalakan "sumbu perang".

    Pernyataan itu dilontarkan Menteri Luar Negeri Korea Utara untuk menegaskan bahwa Pyongyang menolak negosiasi dalam bentuk apa pun mengenai program pengembangan nuklirnya.

    Baca: Rudal Taurus Korea Selatan Diklaim Ideal Hadapi Korea Utara

    Menlu Ri Yong-ho mengatakan program nuklir negaranya menjamin perdamaian dan keamanan di wilayah itu dan tidak akan menjadi hal untuk diperdebatkan.

    Baca: 5 Kecanggihan F-15K, Andalan Korea Selatan Hadapi Korea Utara

    "Dengan pernyataannya yang berani dan gila di Perserikatan Bangsa-Bangsa, Trump bisa disebut telah menyalakan sumbu perang melawan kami," kata Ri, seperti yang dilansir Telegraph pada Kamis, 12 oktober 2017.

    Ri kemudian menegaskan sudah saatnya kedua negara mengakiri perang kata-kata dan segera menggantinya dengan ‘hujan api’.

    "Kita perlu menyelesaikannya dengan hujan api, bukan kata-kata," kata Ri.

    Ri merujuk pada pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump di PBB pada 19 September 2017. Saat itu Trump mengancam akan menghancurkan Korea Utara secara total. Trump juga melabeli pemimpin negara komunis itu, Kim Jong Un, sebagai Manusia Roket.

    Ri, yang menyebut Trump "gila mental" setelah pidato PBB, mengatakan Korea Utara akan menang dan menjadi penyeimbang yang layak untuk AS.

    Pernyataan terbaru Ri itu disampaikan melalui kantor berita Rusia, TASS. Dia juga mengatakan Korea Utara tidak akan pernah menyetujui setiap pembicaraan di mana senjata nuklir kita akan menjadi subyek perundingan.   

    Hal itu seakan mempertegas kata-kata Trump yang mengatakan pembicaraan damai dengan Korea Utara hanya buang-buang waktu.

    Ketegangan antara Korea Utara dan Amerika Serikat telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir karena program senjata nuklir dan rudal balistik Pyongyang.

    Korea Utara telah menguji beberapa rudal dan melakukan uji bom hidrogen yang bertujuan untuk mengembangkan rudal berhulu ledak nuklir yang mampu mencapai daratan Amerika Serikat.

    TELEGRAPH | CNN | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Hadiah Juara Piala Dunia Terus Melonjak

    Sejak digelar pada 1982, hadiah uang tunai untuk tim pemenang Piala Dunia terus meningkat. Berikut jumlah duit yang diterima para jawara global ini.