Selasa, 20 Februari 2018

PBB Tarik Staf dari Malawi karena Isu Vampir Merebak

Reporter:

Terjemahan

Editor:

Budi Riza

Selasa, 10 Oktober 2017 16:50 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PBB Tarik Staf dari Malawi karena Isu Vampir Merebak

    Vampir. whisperingworlds.com

    TEMPO.COLilongwe - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menarik staf dari dua distrik di Malawi selatan setelah munculnya ketakutan akan vampir memicu kekerasan massa. Lima orang telah terbunuh akibat keresahan massal ini.

    Kepercayaan akan ilmu sihir tersebar luas di pedesaan Malawi, salah satu negara termiskin di dunia dan lokasi dengan banyak lembaga bantuan dan LSM bekerja. Serentetan kekerasan main hakim sendiri terkait dengan rumor vampir juga pernah meletus di Malawi pada tahun 2002.

    Baca: PBB Masukkan Arab Saudi Daftar Hitam Pembunuh Anak di Yaman

    "Wilayah-wilayah ini sangat terpengaruh oleh cerita tentang pengisapan darah dan kemungkinan adanya vampir," demikian pernyataan Departemen Keamanan dan Keamanan PBB (UNDSS) dalam sebuah laporan keamanan di distrik Phalombe dan Mulanje.

    Koordinator residen PBB, Florence Rolle, mengatakan beberapa staf PBB telah dipindahkan.  Sementara yang lain masih berada di distrik-distrik tergantung pada lokasi operasi mereka.

    Baca: 

    Myanmar Janji Palsu ke PBB dan Media, Begini Kisahnya

     
    "UNDSS terus memantau situasi ini dengan ketat untuk memastikan semua staf PBB yang terkena dampak kembali ke lapangan sesegera mungkin," kata Rolle, seperti yang dilansir Guardian pada 9 Oktober 2017. Rolle tidak mengatakan berapa banyak pekerja yang direlokasi.

    Laporan UNDSS mengatakan setidaknya 5 orang telah terbunuh di daerah itu sejak pertengahan September oleh massa yang menuduh para korban sebagai vampir. Dikatakan bahwa massa yang mencari vampir telah memasang penghalang jalan di distrik tersebut, meningkatkan masalah keamanan.

    Presiden Malawi, Peter Mutharika, mengatakan laporan itu menyedihkan dan merugikan.

    "Perkembangan ini sangat memprihatinkan Presiden dan seluruh pemerintahan," demikian pernyataan kantor presiden.

    Laporan UNDSS mengatakan rumor vampir tampaknya berasal dari negara tetangga Mozambik, meskipun tidak jelas apa yang telah memicunya. Bahkan ada wartawan yang ditangkap karena wawancara dengan korban vampir.

    Dikatakan beberapa LSM telah menarik personil dari distrik itu dan untuk sementara menangguhkan program mereka. Namun media tidak menyebutkan nama organisasi yang dimaksud. PBB kerap menjalin kerja sama dengan LSM kredibel dalam pelayanan sosialnya.

    GUARDIAN | DAILY MAIL | YON DEMA


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Nomor Urut Partai Politik Peserta Pemilu 2019

    Ketua KPU Arief Budiman memimpin pengundian nomor urut untuk partai politik peserta Pemilu 2019 pada Sabtu 17 Februari 2018, Golkar dapat nomor 4.