Pembelot Sebarkan 300 Ribu Selebaran ke Korea Utara

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembelot Korea Utara bersiap menerbangkan balon raksasa dengan  membawa selebaran propaganda yang mengecam provokasi nuklir dan rudal Pyongyang dari sebuah gunung di kota barat Gimpo pada 10 Oktober 2017. Foto : Yonhap

    Pembelot Korea Utara bersiap menerbangkan balon raksasa dengan membawa selebaran propaganda yang mengecam provokasi nuklir dan rudal Pyongyang dari sebuah gunung di kota barat Gimpo pada 10 Oktober 2017. Foto : Yonhap

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelompok pembelot Korea Utara menyebarkan 300 ribu selebaran yang mengecam pengembangan rudal nuklir Korea Utara hari ini saat Korea Utara merayakan ulang tahun Partai Pekerja Korea berkuasa di negara komunis tersebut.

    8 anggota Pejuang Kemerdekaan Korea Utara, sebuah organisasi pembelot Korea Utara, menyebarkan selebaran-selebaran itu dengan menggunakan 10 balon dan gambar Kim Jong Un.

    Baca: Remaja Korea Selatan Tak Yakin Pecah Perang, Pilih Nikmati K-Pop

    Balon-balon tersebut akan dilepas dari sebuah gunung di bagian barat kota Gimpo, Korea Selatan, dekat perbatasan Korea Utara.

    “Kami menerbangkan selebaran untuk mengutuk Korea Utara yang mengancam masyarakat internasional dengan rudal-rudalnya. Karena hari ini bertepatan dengan ulang tahun pendiri Partai Perkerja Korea Utara, saya berharap selebaran ini akan menjadi peringatan bagi Korea Utara,” kata Park Sang-hak, ketua organisasi Pejuang Kemerdekaan Korea Utara.

    Baca: Inilah Kapal Induk Baru Inggris yang Dukung AS Lawan Korea Utara

    Selebaran yang dibuat para pembelot Korea Utara dikemas bersama 2 ribu uang 1 dollar sebagai daya tarik agar lebih banyak warga Korea Utara yang mengambil selebaran dan sekitar 300 buklet yang mengecam program nuklir dan rudal Korea Utara.

    YONHAP NEWS | DWI NUR SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.