Ribuan Orang Desak Pemerintah Bangladesh Persenjatai Rohingya

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak pengungsi Rohingya menggendong adiknya saat berada dikamp pengungsian Palang Khali, dekat Cox's Bazar, Bangladesh, 4 Oktober 2017. REUTERS/Mohammad Ponir Hossain

    Seorang anak pengungsi Rohingya menggendong adiknya saat berada dikamp pengungsian Palang Khali, dekat Cox's Bazar, Bangladesh, 4 Oktober 2017. REUTERS/Mohammad Ponir Hossain

    TEMPO.CO, Jakarta - Ribuan anggota kelompok Islam garis keras Bangladesh mendesak pemerintah memasok senjata kepada pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari Rakhine, Myanmar. 

    Polisi mengatakan sekitar 15 ribu anggota kelompok radikal Hefazat-e-Islam berdemo di Chittagong, kota kedua terbesar di Bangladesh, pada Jumat, 6 Oktober 2017, untuk memprotes penganiayaan yang dialami etnis minoritas muslim Rohingya pada Jumat, 6 Oktober.

    Baca: Bangladesh: Penyelundup Narkoba Manfaatkan Pengungsi Rohingya

    "Kami menuntut agar pembantaian Rohingya dihentikan, kami ingin pemerintah melatih dan memberikan senjata kepada Rohingya sehingga mereka dapat membebaskan tanah air mereka," kata juru bicara Hefazat, Azizul Hoque Islamabad, seperti yang dilansir Nattion pada 6 Oktober.

    Lebih dari setengah juta etnis Rohingya melarikan diri ke Bangladesh sejak pemberontak Rohingya, ARSA, menyerang beberapa pos jaga polisi sehingga memicu operasi militer tentara Myanmar.

    Para demonstran Hefazat-e-Islam menuding militer Myanmar telah melakukan pembantaian etnis Rakhine dan membakar banyak desa.

    Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB menggambarkan operasi militer Myanmar sebagai pembersihan etnis, tapi militer Myanmar menyalahkan pemberontak Rohingya.

    Baca: Kritik Rohingya, Gelar Ratu Kecantikan Myanmar Dicopot

    Masyarakat di kota pelabuhan Chittagong memiliki budaya, agama, dan bahasa yang sama dengan Rohingya. Gambar di media sosial, yang konon menunjukkan pelecehan terhadap minoritas muslim di Myanmar, telah menimbulkan simpati yang kuat di Bangladesh.

    Partai-partai islamis, termasuk Hefazat, telah menggelar beberapa demonstrasi mengenai masalah ini dalam beberapa pekan terakhir beberapa pemimpin radikal telah meminta pemerintah untuk berperang dengan Myanmar guna membebaskan Rohingya dari penganiayaan di Rakhine.

    Para ahli mengatakan kelompok ekstremis Bangladesh dapat memanfaatkan situasi tersebut dan menjalin hubungan lebih dekat dengan milisi ARSA.

    Situasi buruk Rohingya, minoritas muslim yang dianiaya dan ditolak kewarganegaraannya di Myanmar, telah membangkitkan amarah di dunia Islam, dengan diadakannya demonstrasi di Pakistan, Malaysia, dan Indonesia.

    RADIO FREE ASIA | FREE MALAYSIA TODAY | NATION | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.