Dikira Perampok, Polisi Tembak Aktor sedang Syuting Film

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi polisi menembak. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Ilustrasi polisi menembak. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.COIndiana - Sebuah rekaman video bodycam yang dirilis Departemen Kepolisian Crawfordsville Indiana, Amerika Serikat, menunjukkan seorang petugas polisi menembak seorang pria bertopeng, yang ternyhata seorang aktor yang menyamar sebagai perampok.

    Insiden ini terjadi pada Selasa malam, setelah Departemen Kepolisian Crawfordsville dihubungi warga tentang seorang pria bertopeng, dipersenjatai dengan pistol, memasuki sebuah restoran.

    Baca: Polisi Pelajari Laporan Sures Kumar terhadap Eggi Sudjana

    Ketika polisi tiba di tempat kejadian, mereka mengira pengambilan gambar itu merupakan perampokan yang sebenarnya dan memerintahkan aktor itu, yang kemudian diidentifikasi sebagai Jeff Duff, untuk menjatuhkan senjatanya.

    "Turunkan pistolnya," teriak petugas sambil menodong aktor itu. Si aktor menjawab,"Kami sedang syuting.” Duff terlihat terguncang sambil menjatuhkan senjata dan melepaskan topengnya.

    Baca: Penjelasan Mabes Polri Soal Video Polisi Latihan Senjata RPG

    Beruntung Duff tidak terkena peluru polisi yang sempat ditembakkan dan terbang di atas kepalanya sebelum menghantam tembok.

    "Peluru melintas di kepalanya, sangat dekat," kata Phillip Demoret, sahabat aktor itu, seperti yang dilansir NDTV pada 5 Oktober 2017. "Saya tidak ingin memikirkannya, jika itu menimpanya, kita akan memiliki percakapan yang berbeda. Syukurlah dia tidak melakukannya."

    Polisi Negara Bagian Indiana kemudian mengetahui Rumah Produksi Montgomery County sedang syuting di lokasi itu. Namun tidak ada seorang pun, termasuk pihak restoran atau perusahaan produksi, yang memberi tahu polisi tentang proses pengambilan gambar itu.

    NDTV | DAILY MAIL | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.