ISIS Klaim Tersangka Teror Las Vegas Milisi Mualaf

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengunjung terbaring di atas tanah saat terjadinya penembakan dalam Festival Musik Route 91 di dekat Kasino Mandala Bay di Las Vegas, Nevada, 1 Oktober 2017. Masih belum dapat diketahui jumlah korban tewas dan selamat dalam aksi penembakan ini. Da

    Seorang pengunjung terbaring di atas tanah saat terjadinya penembakan dalam Festival Musik Route 91 di dekat Kasino Mandala Bay di Las Vegas, Nevada, 1 Oktober 2017. Masih belum dapat diketahui jumlah korban tewas dan selamat dalam aksi penembakan ini. Da

    TEMPO.CO, Jakarta - ISIS mengklaim bertanggung jawab atas tragedi teror di Las Vegas yang menyebabkan lebih dari 50 orang tewas dan ratusan lainnya cedera pada Minggu malam, 2 Oktober 2017. Melalui saluran berita resmi ISIS, Amaq, kelompok teroris ini mengatakan tersangka teror di konser musik Country di Las Vegas, Stephen Paddock, 64 tahun, mualaf beberapa bulan lalu.

    Teror di Las Vegas merupakan penembakan massal yang paling mematikan dalam sejarah Amerika yang menurut ISIS, dilakukan oleh milisinya dengan menarget negara-negara koalisi.

    Baca: Tersangka Teror Las Vegas Miliki Puluhan Senjata dan Bahan Bom

    Seperti yang dilansir Telegraph pada 2 Oktober 2017, pernyataan lain yang dirilis beberapa jam kemudian, ISIS menyebut Paddock yang telah berganti nama menjadi Abu Abd al-Barr al-Amriki telah menjawab seruan Abu Bakr al-Baghdadi, pemimpin ISIS.

    Dalam sebuah pesan audio yang dirilis pada hari Kamis pekan lalu, Baghdadi mendesak para pengikutnya untuk melakukan serangan terhadap Barat dan mengepung mereka di setiap sudut.

    ISIS sering mengklaim serangan oleh individu yang terinspirasi oleh pesannya namun tidak diketahui adanya hubungan dengan kelompok tersebut.

    Baca: Teror di Las Vegas, Wanita Tua Teman Penembak Ditangkap

    ISIS menyatakan bahwa tindak kekerasan yang terjadi merupakan arahan dari kelompok teroris atau oleh pihak – pihak yang terinspirasi dengan ideologi mereka. Setidaknya ada dua peristiwa kekerasan selama bulan ini yang mereka akui berada di bawah tanggung jawab mereka. Peristiwa tersebut termasuk penyerangan tempat kasino di Manila dan peledakan bom di Bandara Charles de Gaulle, Paris.

    Pejabat Amerika Serikat mengatakan telah mendalami klaim tersebut, namun belum menemukan bukti yang menghubungkan pria yang menembakkan 300 peluru dari kamar hotel di lantai 32 hotel Mandalay Bay dengan kelompok teroris yang terorganisir.

    Polisi mengatakan Paddock yang berasal dari Mesquite, Nevada, bunuh diri setelah penembakan tersebut dan ada alasan untuk percaya bahwa dia memiliki riwayat masalah psikologis.

    Baca: Teror di Las Vegas, Begini Kesaksian Tamu


    Paddock diduga melakukan bunuh diri saat petugas kepolisian menemukan tempat persembunyiannya. Hal ini sangat berbeda dengan mayoritas aksi penyerangan yang didalangi ISIS. Sebagian besar penyerang dari kelompok ISIS akan memilih mati syahid dalam pengeboman atau karena perlawanan dengan pihak keamanan.

    Agen khusus dari FBI Aaron Rouse menyatakan sejauh ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Paddock memiliki keterkaitan dengan organisasi teroris internasional manapun. Wakil Kepala International Centre for The Study of Radicalisation and Political Violence (ICSR) Shiraz Maher juga menerangkan bahwa pernyataan tersebut memang autentik namun masih terlalu dini untuk memastikan keterlibatan ISIS.

    TELEGRAPH | NEW YORK TIMES l INDEPENDENT l YON DEMA | KISTIN SEPTIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.