O.J. Simpson Dibebaskan, Pengacara: Dia Ingin Coba iPhone

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan legenda sepakbola O.J. Simpson menandatangani dokumen di Lovelock Correctional Center, 30 September 2017. AP Photo

    Mantan legenda sepakbola O.J. Simpson menandatangani dokumen di Lovelock Correctional Center, 30 September 2017. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas legenda pemain American football, O.J. Simpson, dibebaskan pada Ahad dinihari, 1 Oktober 2017, setelah menjalani sembilan tahun penjara.

    Dia dibebaskan pada tengah malam dari penjara Lovelock Correctional Center di Negara Bagian Nevada. Menurut juru bicara penjara, Brooke Keast, kepada Associated Press, petugas tidak tahu siapa yang menjemput Simpson.

    Baca: O.J. Simpson Masuk Islam

    “Saya tidak punya informasi dia pergi ke mana setelah bebas,” kata Keast, yang menyaksikan Simpson menandatangani dokumen sebelum bebas. Menurut dia, Simpson sengaja dibebaskan tengah malam untuk menghindari perhatian media.

    Baca: Kasus AKBP Idha Endri Disamakan dengan O.J. Simpson

    “Kami harus lakukan ini untuk menjamin keamanan publik dan menghindari insiden yang tidak perlu,” kata Keast lewat saluran telepon.

    Menurut Tom Scotto, yang merupakan teman Simpson, dia menjemput bekas bintang olahraga ini.

    Sebelumnya, Simpson telah mengatakan ingin kembali ke Florida sebelum dia terkena vonis terlibat perampokan bersenjata di Las Vegas pada September 2007.

    Simpson, yang sekarang berusia 70 tahun, meraih kemerdekaannya setelah permohonan bebas bersyarat dikabulkan hakim pada Juli 2017.

    Dia bakal menjalani pengawasan hingga lima tahun ke depan dan mendapat perhatian publik yang kuat setelah keluar dari penjara.

    Menurut pengacaranya, Simpson ingin mencobai ponsel cerdas iPhone, yang masih dalam proses awal peluncuran saat dia masuk ke penjara pada 2008.

    ESPN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.