Ini Cerita Ayah Aisyah, Tersangka Pembunuh Kim Jong Nam

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Video Siti Aisyah merayakan ulang tahun sebelum ia diduga terlibat pembunuhan Kim Jong-nam. (thestar.co.my)

    Video Siti Aisyah merayakan ulang tahun sebelum ia diduga terlibat pembunuhan Kim Jong-nam. (thestar.co.my)

    TEMPO.CORancasumur – Asria Nur Hasan sedang menyiapkan komoditas jualan di pasar lokal saat teleponnya berdering pada Maret lalu. Penelponnya adalah anaknya, Siti Aisyah, yang sedang ditahan di sebuah penjara di Malaysia karena terlibat kasus pembunuhan Kim Jong Nam.

    “Saya terkejut. Dan saya menangis,” kata Hasan, 56, menceritakan kejadian ini dari rumahnya di daerah Rancasumur, dekat Serang, Jawa Barat, Ahad, 1 Oktober 2017.

    Siti Aisyah dan seorang perempuan Vietnam bernama Doan Thi Huang, dituding melakukan upaya pembunuhan terhadap Kim Jong Nam, saudara dari Kim Jong Un, pemimpin Korea Utara.

    Baca: Begini Saat Sebelum dan Sesudah Kim Jong-nam Tewas Diracun

     Kedua perempuan ini bakal menjalani sidangnya di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Senin, 2 Oktober 2017. Jika terbukti bersalah, keduanya bisa terkena hukuman maksimal yaitu hukuman mati.

    “Anak saya akan terbukti tidak bersalah,” kata Hasan. “Anak saya tidak mungkin melakukan hal semacam itu jika dia tidak disuruh orang lain.”

    Baca: Ini Penjelasan Siti Aisyah Soal Tewasnya Kim Jong-nam

    Hasan mengatakan putrinya seorang yang baik hati dan taat beribadah. “Dia tidak mungkin menyakiti anak-anak apalagi orang besar seperti itu,” kata dia.

    Hasan mengaku rindu dengan putrinya. “Saya merasa sangat kasihan dengan dia. Saya tidak percaya ini semua bisa terjadi. Bagaimana bisa orang melakukan itu kepada anak saya,” kata Hasan.

    Kim Jong Nam terbunuh di bandara di Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017 saat berjalan menuju pesawat yang akan menerbangkannya ke Macau. Macau, yang merupakan pusat perjudian dibawah kontrol Cina, menjadi tempat tinggal saudara satu bapak dengan Kim Jong Un ini.

    Penegak hukum Malaysia menuding Aisyah dan Huong dilatih agen Korea Utara untuk menyerang wajah Kim dengan cairan kimia VX, yang merupakan senjata kimia berbahaya. Cairan ini membuat jaringan sistem syaraf menjadi lumpuh. Rezim Korea Utara membantah telah melakukan ini.

    Sebaliknya, penasehat hukum Aisyah dan Huong menegaskan kliennya ditipu sehingga mengira aksi mereka adalah bagian dari sebuah acara televisi bertema lelucon.

    Bibi Aisyah mengatakan kepada CNN bahwa keponakannya itu mengira dia bekerja sebagai komedia yang mengerjai orang-orang dengan menempelkan saus tomat atau lotion kosmetik ke wajah orang-orang. Keponakannya mengira minyak yang dioleskan ke wajah Kim Jong Nam adalah minyak bayi.

    Polisi Malaysia membenarkan bahwa kedua perempuan ini terlihat di sejumlah pusat perbelanjaan mengoleskan zat tertentu di wajah pengunjung beberapa hari sebelum peristiwa di bandara. Namun polisi menduga ini adalah latihan untuk kegiatan pembunuhan yang sebenarnya.

    Kim Jong Nam sempat mendatangi konter layanan dan meminta bantuan. Lalu petugas membawanya ke klik di bandara dengan ambulans. Namun dalam perjalanan, sekitar 20 menit setelah insiden, dia meninggal. Petugas medis menemukan adanya jejak cairan kimia VX di wajah Kim.

    Pengacara Hisyam The Poh Teik, yang membela Doan Thi Huong, mengatakan siap membela kliennya. “Doan siap untuk menjalani persidangan dan akan membuktikan dirinya tidak bersalah,” kata Teh, yang menyatakan Aisyah dan Huong akan mengatakan diri mereka tidak bersalah dalam kasus pembunuhan Kim Jong Nam.

    CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.