Irak Resmi Tutup Penerbangan ke Wilayah Kurdi

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Kurdi mengibarkan bendera saat memberi dukungan terhadap kemerdekaan referendum di Erbil, Irak, 25 September 2017. REUTERS/Ahmed Jadallah

    Warga Kurdi mengibarkan bendera saat memberi dukungan terhadap kemerdekaan referendum di Erbil, Irak, 25 September 2017. REUTERS/Ahmed Jadallah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Irak resmi menutup penerbangan internasional ke wilayah Pemerintah Regional Kurdi atau KPG  mulai hari Jumat, 29 September 2017 jam 6 sore waktu setempat.  Irak geram setelah KPG melakukan referendum, mereka tidak mengindahkan perintah menyerahkan seluruh bandara internasional yang mereka kuasai ke Bagdad.

    Baca: Referendum Kurdi Irak, Amerika Serikat dan PBB Kecewa

    "Bagdad melarang seluruh penerbangan asing menuju bandara internasional di Erbil dan Sulaimaniya yang menjadi basis kekuatan kaum Kurdi, tulis Al Jazeera.

    Namun demikian, untuk penerbangan domestik masih diizinkan sehingga para pelaju yang ingin melakukan pejalanan ke Kurdistan melalui bandara di Bagdad masih bisa melakukannya.

    "Banyak orang bergegas melakukan perjalanan lebih awal karena takut bandara diblokir sehingga mereka tidak bisa pulang," Al Jazeera melaporkan dari bandara internasional Erbil.

    Baca: Pasukan Kurdi Irak Berhasil Masuk ke Kota Sinjar

    Talar Saleh, Direktur Bandara Erbil, mengatakan, alternatif bagi penumpang untuk melakukan penerbangan melalui bandara Bagdad sangat sulit.

    "Bandara di Bagdad tidak memiliki penerbangan transit," ucapnya seraya menambahkan bahwa lapangan terbang di ibu kota Irak itu tidak akan sanggup menampung pertumbuhan jumlah penumpang yang sangat tinggi.

    "Mereka tidak bisa mengatasi luberan jumlah penumpang. Ada juga orang-orang yang dilarang oleh Bagdad untuk bepergian, jadi rasanya mustahil," tambahnya.

    Kantor Perdana Menteri Haider al-Abadi pada Jumat kemarin mengeluarkan sebuah pernyataan bahwa pengambilalihan wilayah udara dan darat Kurdistan dirancang untuk mengatur pergerakan masyarakat, barang dan mencegah penyelundupan.

    "Kontrol atas berbagai fasilitas tersebut oleh pemerintah pusat sama sekali tidak ditujukan membuat warga Kurdi di kawasan tersebut kelaparan sebagaimana yang mereka tuduhkan," bunyi pernyataan kantor Abadi.

    Puluhan warga Kurdi, Jumat, berkumpul di depan lapangan terbang Erbil untuk memperotes pelarangan. Beberapa pengunjuk rasa melambai-lambaikan bendera wilayah KPG.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.