Begini Isi dan Fungsi War Bag di Korea Selatan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menonton sebuah program berita TV yang melaporkan peluncuran rudal Korea Utara, di Stasiun Kereta Seoul di Seoul, Korea Selatan, 29 Agustus 2017. Ini merupakan rudal Korea Utara pertama yang berhasil melintasi Jepang sejak April 2009 saat Pyongyang

    Warga menonton sebuah program berita TV yang melaporkan peluncuran rudal Korea Utara, di Stasiun Kereta Seoul di Seoul, Korea Selatan, 29 Agustus 2017. Ini merupakan rudal Korea Utara pertama yang berhasil melintasi Jepang sejak April 2009 saat Pyongyang

    TEMPO.CO, Seoul - Dengan adanya penngkatan terhadap kemungkinan terjadinya perang di Semenanjung Korea, warga Korea Selatan telah mengantisipasinya dengan membeli alat perlengkapan untuk bertahan hidup atau WarBag.

    WarBag berisi berbagai keperluan dasar untuk jangka waktu tertentu yang dibutuhkan saat terjadi perang.

    Baca: Khawatir Perang Pecah, Warga Korea Selatan Borong WarBag

    Biasanya di dalam WarBag terdapat ransum, selimut, kantung tidur ultra ringan, peralatan medis, masker gas, helm, radio portabel, lentera, kompas, jas hujan, hot pack dan pisau Swiss Army. Tipe-tipe WarBag disesuaikan ukuran waktu untuk 72 jam hingga 2 minggu tergantung kebutuhannya.

    Untuk WarBag ukuran besar harganya di e-Bay Korea bisa mencapai US$ 459 atau Rp 6,1 juta.

    Baca: Hadapi Perang, Manajemen Gedung di Korea Selatan Berikan Tips

    Minat terhadap WarBag dan persiapan perang juga meningkat di kalangan masyarakat umum.

    Seperti yang dilansir Korea Times pada 26 September 2017, pencarian "tas kelangsungan hidup" di situs portal belanja online terbesar Korea Selatan e-Bay meningkat.

    Pencarian dengan tanda pagar atau tagar #survivalbackpack menjadi trending di Instagram Korea dengan menghasilkan gambar perangkat serta informasi terkait.

    Video penggunaan WarBag juga banyak dibagikan di YouTube.

    Beberapa warga Korea Selatan mengatakan bahwa video itu dapat membantu mendidik orang tentang apa yang harus dilakukan jika terjadi perang, sementara yang lain pesimis, mengatakan bahwa tas sederhana tidak akan membantu jika ada bom nuklir yang dijatuhkan di negara ini.

    Situs belanja online, Auction, juga melaporkan permintaan perlengkapan pertolongan pertama saat pertempuran di Korea Selatan meningkat 77 persen. Sementara radio portabel melonjak 46 persen antara 2-5 September, waktu Korea Utara melakukan uji coba nuklir keenam dan terkuatnya.

    KOREA TIMES | TELEGRAPH|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.