Amerika Serikat Siapkan Serangan Militer ke Korea Utara

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat pembom B 1B Lancer dan jet tempur F 35B milik Amerika Serikat terbang bersama pesawat tempur Korea Selatan, F 15K, di atas Semenanjung Korea, 18 September 2017. AFP/South Korean Defence Ministry

    Pesawat pembom B 1B Lancer dan jet tempur F 35B milik Amerika Serikat terbang bersama pesawat tempur Korea Selatan, F 15K, di atas Semenanjung Korea, 18 September 2017. AFP/South Korean Defence Ministry

    TEMPO.CO, Washington - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan pilihan untuk melakukan tindakan militer dapat membinasakan Korea Utara. Namun dalam konferensi Gedung Putih pada Selasa, 26 September 2017 waktu setempat, Trump mengatakan tindakan itu bukanlah pilihan pertama AS untuk menekan pengembangan senjata nuklir Korea Utara.

    “Kami secara total mempersiapkannya sebagai pilihan kedua, bukan pilihan utama,” kata Trump. “Namun bila kami mengambil pilihan itu, itu dapat membinasakan Korea Utara. Itu disebut pilihan militer. Jika kami harus mengambilnya, kami akan melakukannya.”

    Baca: Amerika Serikat 2 Kali Uji Coba Bom Nuklir yang Diklaim Paling Berbahaya

    AS juga menerapkan sanksi pada delapan bank Korea Utara dan 26 orang terkait pada hari yang sama. Dua bank yang disasar seperti Foreign Trade Bank dan The Central Bank of the Democratic People's Republic of Korea. Menurut Menteri Keuangan Amerika Serikat, Steven Mnuchin,  ini dilakukan sebagai salah satu upaya damai menekan pengembangan senjata nuklir Korea Utara. “Ini adalah peningkatan strategi untuk mengisolasi Korea Utara secara penuh dalam upaya membangun perdamaian dan denuklirisasi Semenanjung Korea,” kata Steven Mnucin.
     

    Baca: Jepang dan Amerika Serikat Desak DK PBB Bahas Rudal Korea Utara 

    Semua properti dan kepentingan milik perusahaan maupun individu terkait sudah dibekukan dari sebagian besar sistem keuangan global. Sanksi baru itu juga mentargetkan bank – bank milik Korea Utara di Cina, Rusia, Libya, dan Uni Emirat Arab.

    Pengumuman ini menambah sanksi ekonomi yang sebelumnya sudah dijatuhkan PBB kepada Korea Utara tanggal 11 september lalu, yang mengurangi penjualan bahan bakar minyak ke negara itu dan mengurangi pembelian tekstil dari negara komunis itu.

    Meskipun ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara meningkat, AS tidak mendeteksi adanya perubahan tindakan militer Korea Utara. Sebelumnya Korea selatan melaporkan Korea Utara memindahkan pesawat tempur dan melakukan peningkatan pertahanannya di pesisir bagian timur. Menurut Kepala Pasukan Gabungan Angkatan Laut AS Joseph Dunford, kegiatan militer Pyongyang berbeda dengan laporan dari militer Korea Selatan itu.

    KISTIN SEPTIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.