Bush Cari Jalan untuk Memenangkan Voting

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, AFP:Perbincangan mengenai proposal Amerika Serikat agar tim inspeksi senjata menghentikan kegiatannya di Irak dan melucuti Irak dengan kekuatan bersenjata masih tertahan di markas besar PBB di New York. Sementara, Sabtu (15/3) ini, pemimpin AS George W Bush dan pemimpin negara-negara sekutunya Inggris dan Spanyol akan melakukan pertemuan di Azores guna membahas lebih lanjut proposal Amerika itu. Kebuntuan ini memperburuk keadaan. Saya tak yakin akan ada perubahan dalam waktu dekat, kata Council Presiden PBB Mamady Traore of Guinea said. Sebelumnya, ketidaksetujuan anggota dewan dengan resolusi yang diajukan AS Inggris, yang mendorong terjadinya pertemuan tiga negara itu. Perdana Menteri Portugal Jose Manuel Durao Barroso, pendukung Bush yang paling vokal, juga berencana mengikuti pertemuan penting itu. Namun ia memastikan, Tak akan ada deklarasi perang yang akan keluar dari pertemuan Azores! Menurut juru bicara Gedung Putih, Ari Fleischer, rapat itu sendiri berencana untuk mencari jalan agar dukungan penuh terhadap pertang terbuka yang akan digelar dalam voting Dewan Keamanan PBB minggu depan tercapai. Ia menegaskan, Bush berpendapat bahwa dirinya perlu melakukan pendekatan diplomasi terakhir yang bisa dilakukan sebelum momen pemungutan suara terjadi minggu depan. Washington sendiri telah memperingatkan voting itu akan membawa negara-negara PBB ke perseteruan kepentingan jika PBB tak memberikan restunya kepada AS. Bahkan, Menteri Luar Negeri Colin Powell Kamis (13/3) kemarin memperingatkan keberatan PBB akan membuat negara adidaya itu akan meluncurkan serangan tanpa izin apapun dari PBB. Sementara Duta Besar Inggris untuk PBB Jeremy Greenstock menyiratkan perang di Irak hanya tinggal menunggu harinya saja. "Itulah mengapa Bush, Blair, dan Aznar (Presiden Spanyol,-red) memutuskan bertemu, untuk melihat apakah ada kemungkinan untuk tak melakukan itu (berperang tanpa restu PBB,-red), tegasnya dalam wawancara dengan Britain's Channel Four. Seiring dengan keputusan untuk bertemu para petinggi musuh Irak, pemerintahan Saddam Husein Jumat (14/3) mengirimkan sebuah surat kepada Ketua Tim Ispeksi PBB Inspektur Hans Blix . Isinya, laporan bahwa mereka telah menghancurkan senjata kimia mereka jenis VX sekitar 12 tahun lalu. Surat yang terdiri atas 25 lembar itu, dikirim melalui fax. "Separuh bertuliskan Araab, separuhnya dalam bahasa Inggris, ujar juru bicara tim Ewen Buchanan. Karenanya, kata dia, separuh isi surat masih perlu diterjemahkan agar tim bisa mempelajarinya lebih dalam. Pemerintah Baghdad sendiri menerangkan bahwa laporan itu berisi hasil analisis sisa-sisa bahan kimia dari senjata yang telah mereka hancurkan tahun 1991. Seorang diplomat di ibukota Irak itu menamai surat itu sebagai laporan berbahaya yang diterima PBB dan akan mempengaruhi dengan cepat situasi di New York dan Washington. Di Ankara, ibukota Turki, Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan mengumumkan kesabaran pemerintahnya atas rencana AS, seiring izin yang dikeluarkan negara itu untuk pasukan Abang Sam melintasi wilayah mereka dalam invasinya ke Irak. Di lain pihak, legislatif Turki menolak permintaan AS dan meminta pemerintah Turki menunggu keputusan PBB. Sri Wahyuni --- TNR

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.