Kamis, 23 September 2021

Israel dan Hamas Bersitegang Lagi

Reporter:

Non Koresponden

Editor:

Suci Sekarwati

Minggu, 4 Juli 2021 21:01 WIB

Anggota pasukan keamanan Israel memegang senjata mereka setelah bentrokan pasva penghancuran sebuah toko di lingkungan Palestina di Silwan, Yerusalem Timur, Rabu, 29 Juni 2021. Pemerintah Israel menghancurkan Harbi Rajabi dengan bulldozer yang mereka bawa. REUTERS/Ammar Awad

TEMPO.CO, Jakarta - Militer Israel pada Sabtu, 3 Juli 2021, mengkonfirmasi telah melakukan serangan udara balasan ke Jalur Gaza. Pasukan militer Israel di Tepi Barat juga menembak seorang warga negara Palestina yang diduga hendak melakukan penyerangan.

Juru bicara militer Israel mengatakan pasukan keamanan mereka mencoba membubarkan konfrontasi antara warga Israel dan Palestina, yang ada di sebuah desa Tepi Barat. Mereka lalu melihat seorang laki-laki yang melemparkan alat peledak ke arah mereka dari sebuah atap.

Advertising
Advertising

Seorang pria Palestina menggunakan ponselnya saat dia berdiri di dekat puing-puing sebuah toko yang dihancurkan Israel di lingkungan Palestina, di Silwan, Yerusalem Timur, Rabu, 29 Juni 2021. Polisi Israel dan warga Palestina kembali bentrok akibat penggusuran permukiman tersebut. REUTERS/Ammar Awad

Tindakan laki-laki itu lalu direspon dengan tembakan untuk menghindari bahaya. Otoritas Palestina mengkonfirmasi kematian laki-laki tersebut, yang nama lengkapnya tidak dipublikasi, 20 tahun.

Sedangkan di Gaza, jet-jet tempur Israel menghujani tembakan sebuah pabrik senjata dan melepaskan sebuah roket sebagai balasan atas serangan balon pembakar yang dikirimkan dari Palestina ke wilayah Israel.

Sumber di Hamas mengatakan ada dua tempat milik mereka, hancur dalam serangan Israel ini. Satu warga Israel dalam kondisi luka parah.

Sejak gencatan senjata pada 21 Mei 2021 berakhir pada 11 hari lalu, Israel dan kelompok Hamas kembali terlibat dalam ketegangan. Warga Palestina di Gaza secara sporadis melepaskan balon-balon berisi bahan bakar ke wilayah perbatasan. Hal itu menyebabkan kebakaran di sejumlah ladang milik Israel.

Mesir dan Amerika Serikat meningkatkan mediasi terhadap kedua belah pihak yang saling bertikai. Untungnya, serangkaian insiden yang terjadi saat ini belum sampai mengarah ke eskalasi yang lebih luas.

Dalam serangan Mei 2021 lalu, setidaknya 250 warga Palestina dan 13 warga Israel terbunuh. Militan Gaza menembakkan roket-roket ke sejumlah kota di Israel. Sebaliknya, Israel melakukan serangan udara di wilayah kantong perlindungan.

Baca juga: Israel Serang Gaza dengan Pesawat Tempur, Balas Balon Pembakar

Sumber; Reuters