Selasa, 24 November 2020

Lockdown India Kacau, PM Narendra Modi Minta Maaf ke Warga Miskin

Reporter:

Non Koresponden

Editor:

Maria Rita Hasugian

Senin, 30 Maret 2020 15:49 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Narendra Modi memohon maaf kepada warga miskin India atas keputusan memberlakukan lockdown selama 21 hari untuk mencegah penularan virus Corona tanpa perencanaan matang.

Menurut Modi, lockdown telah berdampak begitu dalam pada perekonomian dan peningkatan jumlah korban.Keputusan lockdown yang disampaikan Modi pada Selasa pekan lalu menimbulkan kelaparan dan pengangguran bagi para pekerja pendatang yang kemudian mudik dengan berjalan ratusan kilometer untuk pulang ke desa mereka.

"Saya pertama-tama memohon maaf kepada semua warga saya," kata Modi dalam pernyataannya di radio, sebagaimana dilaporkan Reuters, 30 Maret 2020.

Advertising
Advertising

"Si miskin pasti berpikir perdana menteri seperti apa ini, yang membawa kita ke dalam sangat banyak masalah," ujar Modi.

Dia kemudian meminta warganya memahami bahwa sudah tidak ada pilihan dalam menghadapi virus Corona.

Modi mengatakan, langkah yang diambil sejauh ini akan memberi India kemenangan menghadapi virus Corona.

Lockdown terbesar di dunia karena jumlah penduduk yang terkena aturan ini sebanyak 1,3 miliar, telah berdampak buruk bagi warga miskin India. Menurut laporan polisi, empat pekerja pendatang tewas dua hari lalu ketika truk menabraknya. Peristiwa memilukan ini terjadai di negara bagian Maharashtra.

Di hari yang sama, seorang pekerja pendatang yang mudik ke kampungnya di satu desa di negara bagian Uttar Pradesh, tewas.

"Kami akan tewas karena berjalan dan kelaparan sebelum Corona membunuh kami," kata Madhav Raj, 28 tahun yang berjalan kaki pulang ke kampungnya di Uttar Pradesh.

"Kami tidak punya makanan dan minuman. Saya duduk memikirkan cara memberi makan keluarga saya. Tidak ada hal baik tentang lockdown. Orang-orang marah, tidak satupun peduli pada kami," kata Amirbee Shaikh Yusuf, 50 tahun, tinggal di pemukiman kumuh Dharavi, Mumbai.

Sejumlah pemimpin oposisi, pengamat, termasuk warga India mengkritik tajam pelaksanaan lockdown. Warga yang memutuskan mudik ke kampung akibat lockdown justru mengancam penyebaran virus Corna ke daerah terpencil.

"Pemerintah tidak punya rencana darurat untuk eksodus ini," cuit politisi oposisi Rahul Gandhi.

Sementara itu, muncul tagar #ModiMadeDisaster untuk mengkritik lockdown Perdana Menteri Modi. Tagar ini menjadi top trending di media sosial India kemarin.

Sudah 979 kasus infeksi virus corona dilaporkan terjadi di India dan 25 orang dilaporkan tewas.