Tiga Prioritas Indonesia dalam APEC 2013  

Jum'at, 13 September 2013 | 16:24 WIB

Tiga Prioritas Indonesia dalam APEC 2013  
Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan (tengah bawah) bersama para menteri dan pimpinan delegasi negara-negara APEC memberi keterangan pers seusai pertemuan terakhir APEC Ministerial Responsible for Trade (MRT) Meeting di Surabaya, Jawa Timur, (21/4). ANTARA/Ismar Patrizki

TEMPO.CO, Jakarta- Indonesia menetapkan tiga prioritas dalam Pertemuan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang puncaknya akan dihadiri oleh 21 kepala pemerintahan anggota--atau yang disebut ekonomi APEC, 7-8 Oktober 2013.

"Ada tiga prioritas yang digarisbawahi Indonesia," kata Direktur Kerja Sama Intrakawasan Asia-Pasifik Afrika, Kementerian Luar Negeri Indonesia, Arto Suryodipuro, dalam briefing APEC di Jakarta, hari ini, Jumat, 13 September 2013.

Ketiga prioritas tersebut antara lain mewujudkan hasil-hasil pertemuan APEC di Bogor tahun 1994, mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan merata, serta memperkuat konektivitas.

Melalui prioritas pertama, Indonesia menekankan pada upaya mempertahankan momentum kerja sama dan perluasan perdagangan dan investasi, dengan memperhatikan kebutuhan masa kini, bersifat keberlanjutan, dan memasukkan kepentingan pembangunan masyarakat yang inklusif dan kemanfaatan yang luas.

Prioritas kedua, fokus pada upaya mempersempit kesenjangan pembangunan secara domestik maupun regional. Indonesia akan mengusahakan agar usaha kecil dan menengah memiliki daya saing yang kuat untuk mencapai pasar dunia.

Indonesia juga akan melakukan perluasan akses dan manfaat pembiayaan dan keuangan, penguatan ketahanan pangan, upaya regional dalam mewujudkan akses dan sistem kesehatan bagi rakyat, dan meningkatkan pemberdayaan perempuan. Juga mengangkat isu-isu iptek dan inovasi serta energi baru dan terbarukan.

Dalam prioritas ketiga, ditekankan kerja sama untuk memajukan konektivitas fisik, institusi maupun perseorangan, sejalan dengan program nasional MP3EI dan konektivitas kawasan dalam Master Plan on ASEAN Connectivity (MPAC).

Indonesia juga memandang penting bagi APEC untuk memajukan dan mengarusutamakan kerja sama kelautan di kawasan Asia-Pasifik.

Tema yang diusung Indonesia dalam pertemuan APEC 2013 adalah “Resilient Asia Pacifik, Engine of Global Growth”, atau kurang-lebih berarti Asia-Pasifik yang tangguh sebagai mesin pertumbuhan global.

Tema ini mengusung visi untuk mewujudkan kawasan Asia-Pasifik yang terus tumbuh kuat, berketahanan, gigih, dan cepat pulih dalam menghadapi dampak krisis ekonomi. Menjadikan kawasan Asia-Pasifik sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi dunia.

Ke 21 anggota atau ekonomi APEC adalah Amerika Serikat, Cina, Jepang, Rusia, Korea Selatan, Kanada, Meksiko, Peru, Cile, Australia, Selandia Baru, Singapura, Filipina, Thailand, Vietnam, Brunei, Malaysia, Papua Nugini, Cina, Hong Kong, dan Cina Taiwan atau Taipei.

NATALIA SANTI






Terhangat:
Harmonisasi Vicky | Penembakan Polisi | Tabrakan Anak Ahmad Dhani

Baca Juga:
Diduga Ratusan Model Jadi Korban Casting Bugil
Begini Isi Surat Vicky Prasetyo di Penjara
Pemilu Hari Ini, Jokowi Presiden di Kelas Menengah

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan