VIDEO Bom Meledak di Boston, #prayforboston

Selasa, 16 April 2013 | 07:30 WIB

VIDEO Bom Meledak di Boston, #prayforboston
Polisi dan peserta Boston Marathon 2013 berlarian setelah terjadi dua ledakan dekat garis finis di Boston, (16/4). Dua ledakan tersebut menewaskan dua orang dan melukai puluhan lainnya. REUTERS/MetroWest Daily News/Ken McGagh

TEMPO.CO, Boston - Lomba lari maraton di Boston berubah menjadi bencana. Tak diduga, bom tiba-tiba meledak di dekat garis finish, menewaskan dua orang dan melukai 132 orang lainnya. Delapan orang masih dinyatakan kritis di rumah sakit dan 14 orang lainnya dalam kondisi luka serius.

Tragedi di Boston ini menjadi perhatian di jagat maya. Ribuan orang prihatin dan berdoa di twitter melalui tagar #prayforboston. Tagar ini menjadi trending topik pagi ini, Selasa 16 April 2013.

Dilaporkan bahwa seorang anak delapan tahun adalah salah satu dari dua orang yang dipastikan tewas. Orang dewasa yang tewas diduga sebagai pelaku bom bunuh diri.

Ledakan diketahui terjadi sebanyak dua kali dengan rentang 12 detik. Saksi melaporkan  kekacauan ketika ribuan orang yang bergembira menyambut pelari sama-sama terpana sebelum akhirnya  berlarian mencari perlindungan. Tim SAR dibantu penonton bergegas untuk membantu korban yang cedera.

Laporan lain menyebut, seorang pria yang diduga pelaku lainnya berada dalam penjagaan ketat polisi. Dia berada di sebuah rumah sakit di Boston.

"Kita tidak tahu siapa yang melakukan ini atau mengapa, tetapi kita akan mengetahui dan menahan mereka bertanggung jawab," kata Presiden AS, Barack Obama dalam pidato setelah pemboman Boston. FBI resmi mengklasifikasikan pemboman itu sebagai serangan teroris, namun Presiden Obama mengatakan penting untuk melakukan investigasi menyeluruh sebelum mengklasifikasikannya.

CNN | TRIP B

Topik Terhangat:
Lion Air Jatuh | Serangan Penjara Sleman| Harta Djoko Susilo | Nasib Anas

Baca juga

EDISI KHUSUS Tipu-Tipu Jagad Maya

Kasus Cebongan, Menhan Dianggap Tak Paham HAM

Gayus Tambunan Beli Rumah Dekat Penjara Sukamiskin



VIDEO

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan