Rabu, 21 November 2018

Saudi Eksekusi Ulama Syiah dan 46 Orang Lainnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nimr Baqr Al-Nimr. REUTERS/Saudi Press Agency

    Nimr Baqr Al-Nimr. REUTERS/Saudi Press Agency

    TEMPO.CO, Riyadh - Kerajaan Arab Saudi mengeksekusi mati 47 orang yang dituding terlibat aksi terorisme, termasuk ulama Syiah, Nimr al-Nimr, dan pemimpin al-Qaeda, Faris al-Zahrani. Dalam pernyataan yang disiarkan melalui jaringan televisi, Menteri Dalam Negeri Arab Saudi mengatakan, “Seluruh terdakwa itu terlibat terorisme di Kerajaan!”

    Eksekusi yang dilaksanakan pada Sabtu, 2 Januari 2016, waktu setempat itu, menuai protes di sejumlah negara, termasuk Iran. Bahkan di Negeri Mullah ini, warga setempat menggeruduk Kedutaan Besar Arab Saudi dan melemparkan bom Molotov.

    Keputusan hukuman mati untuk Nimr al-Nimr, yang dituding memimpin gerakan anti-pemerintah di kawasan timur Kerajaan, dikuatkan Mahkamah Agung pada Oktober 2015. Dia didakwa menggelorakan kebencian, permusuhan, dan membawa senjata.

    Untuk tuduhan melakukan gerakan perlawanan politik, Nimr tidak menolak. Namun dia membantah tudingan membawa senjata dan menyerukan kekerasan dalam aksi antipemerintah.

    Sementara itu, menurut siaran pers Kerajaan, para terdakwa yang dihukum mati itu adalah orang-orang yang terlibat kekerasan antara 2003 dan 2006 yang melibatkan kelompok al-Qaeda, yang dipimpin Faris al-Zahrani. “Zahrani salah satu pemimpin top al-Qaeda,” tulis media Saudi. Dia ditahan sejak 2004 karena menyelundupkan senjata.

    Juru bicara Kementerain Kehakiman Saudi, Mansour al-Qufari, mengatakan, “Proses peradilan berjalan obyektif.”

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.