Rabu, 21 November 2018

Serangan Teror di Paris, Presiden Hollande Tetapkan Situasi Darurat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penonton bergegas meninggalkan stadion setelah terjadi ledakan di luar Stadion Stade de France , Paris, 13 November 2015. AP/Christophe Ena

    Penonton bergegas meninggalkan stadion setelah terjadi ledakan di luar Stadion Stade de France , Paris, 13 November 2015. AP/Christophe Ena

    TEMPO.CO, Paris - Sejumlah pria bersenjata menyerang dan mengebom sejumlah restoran, bar, dan gedung konser di sejumlah tempat di Paris, Prancis, pada Jumat, 13 November 2015. Menurut sumber di kepolisian, jumlah korban tewas mencapai 40 orang dan korban luka sekitar 60 orang di lima lokasi serangan.

    Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran di antaranya restoran Petit Cambodge, gedung konser Bataclan, restoran Kamboja, dan stadion Stade de France yang sedang menggelar pertandingan timnas Perancis melawan Jerman.

    Presiden Prancis Francois Hollande yang sedang menonton pertandingan sepak bola dengan Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier ketika beberapa ledakan terjadi di luar Stade de France mengumumkan keadaan darurat di wilayah Paris. Hollande juga memerintahkan perbatasan Perancis ditutup untuk mengcegah pelaku melarikan diri.

    Simak: Peta Teror Paris: Serbuan Senapan di 3 Lokasi, Bom di Bar

    "Ini adalah horor," kata Hollande yang terlihat terguncang dalam pidato televisi tengah malam sebelum memimpin pertemuan kabinet darurat.

    Hollande memerintahkan polisi dan staf medis menangani para korban. "Kami tahu di mana serangan ini berasal," ucap Hollande, tanpa menyebut nama kelompok peneror itu.

    Sejumlah media menyebut ada dugaan serangan itu dilakukan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Apalagi pada bulan ini Paris akan menggelar konferensi iklim global. ISIS pernah menyerang tabloid mingguan Charlie Hebdo dan supermarket di Paris pada Januari lalu yang mengakibatkan 18 orang tewas.

    Seorang reporter Reuters mendengar lima ledakan di luar gedung musik Bataclan. Di gedung itu, sekitar 60 orang disandera. Kemudian polisi menggelar operasi pembebasan yang mengakibatkan dua pria bersenjata tewas.

    Julien Pierce, wartawan dari radio Europe 1, berada di dalam gedung konser tersebut ketika penembakan terjadi. Pierce menuturkan beberapa orang yang masih sangat muda dan tidak memakai masker memasuki aula dengan menenteng senapan serbu Kalashnikov kemudian menembaki kerumunan secara membabi buta. "Ada mayat di mana-mana," ujarnya.

    Simak: Pelaku Dor Korban Teror Paris bak Burung, Teriak Allahu Akbar

    Media Prancis melaporkan, lima serangan kurang lebih simultan pada pertengahan malam di pusat Kota Paris dan di luar stadion Stade de France di pinggiran Saint-Denis, utara dari pusat Kota Paris.

    Tiga ledakan terdengar di dekat Stade de France. Televisi TF1 melaporkan, 35 orang lebih tewas di dekat stadion sepak bola itu, termasuk dua tersangka pelaku bom bunuh diri.

    Polisi belum memberikan pernyataan siapa pelaku penembakan dan pengeboman. Namun simpatisan ISIS mencuit di Twitter bahwa mereka telah melakukan serangan. "Negara kekhalifahan telah menghantam rumah salib," bunyi kicauannya.

    REUTERS | EKO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.