Selasa, 23 Oktober 2018

4 ABK Indonesia Tenggelam di Taiwan Berhasil Diidentifikasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nelayan ikatkan tali pengait ke dermaga untuk antisipasi kapalnya terbawa angin Topan Matmo di pantai timur Keelung, Taiwan, 22 Juli 2014. (AP/Wally Santana)

    Nelayan ikatkan tali pengait ke dermaga untuk antisipasi kapalnya terbawa angin Topan Matmo di pantai timur Keelung, Taiwan, 22 Juli 2014. (AP/Wally Santana)

    TEMPO.CO, Taipei— Empat anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang dilaporkan tenggelam di Taiwan pada Jumat pekan lalu berhasil diidentifikasi. Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Lalu Muhammad Iqbal mengatakan salah seorang ABK, Kusnanto, asal Brebes, sudah ditemukan jasadnya. Adapun tiga ABK lain yang hingga kini masih dalam pencarian diidentifikasi melalui paspor atas nama Kusnali dan Tasam asal Brebes serta Sanip dari Karawang.

    “Kementerian Luar Negeri akan segera menghubungi keluarga untuk mengabarkan musibah ini,” demikian kata Lalu, dalam pesan pendek kepada Tempo, Ahad, 20 September 2015. Untuk mengantisipasi kebutuhan identifikasi, Lalu menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan DVI Mabes Polri untuk segera melakukan pengambilan sampel DNA keluarga korban.

    Informasi terakhir yang diperoleh Kementerian Luar Negeri dari penjaga pantai Taiwan, menurut Lalu, hari ini, pukul 15.55, waktu setempat, salah satu kapal nelayan yang ikut dalam operasi pencarian menemukan satu jenazah yang diduga kuat adalah salah satu ABK. Kapal tersebut direncanakan akan merapat ke Pelabuhan Keelung pada pukul 19.00, waktu setempat, untuk membawa jasad agar segera dilakukan identifikasi.

    Para ABK yang bekerja untuk kapal nelayan Shih Hui 31 ini mengalami nasib nahas setelah kapal mereka tenggelam karena bertabrakan dengan kapal kargo di lepas pantai Taoyuan, Taiwan utara. Selain mereka, kapten kapal berkewarganegaraan Taiwan dan empat ABK asal Cina juga turut menjadi korban.

    Operasi pencarian pun masih dilakukan oleh penjaga pantai Taiwan. “Saat ini penjaga pantai dan pemilik kapal telah sepakat untuk menarik (towing) kapal tersebut ke pantai. Karena ada dugaan kuat beberapa ABK masih terjebak di dalam kabin kapal,” ujar Lalu.

     NATALIA SANTI

    Video Kapal Karam:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.